Berita Otomotif Terkini

btt979 – Mengulas info – info menarik seputar dunia Otomotif, Modifikasi, update Mobil terbaru, update motor terbaru, dan sebagainya

Ada Opsi Pakai Hybrid Diesel, Generasi Terbaru Toyota Fortuner Diyakini Muncul 2022

Ada Opsi Pakai Hybrid Diesel, Generasi Terbaru Toyota Fortuner Diyakini Muncul 2022

Untuk kawasan Asia, Toyota Fortuner baru saja alami rombakan kecil. Model facelift 2020 pun memberi salam lebih dari satu negara seperti Thailand, Indonesia, India dan lainnya. Sementara itu, generasi ketiga disinyalir mendebut dunia pada 2022. Hal ini diungkap Yoshiki Konishi, Chief Engineer, Toyota Motor Corporation. Jika tahun depan melantai. Pabrikan bersiap melaksanakan banyak ubahan. Bahkan sang rival dari Mitsubishi Pajero Sport digadang punyai mesin hybrid diesel.
Bandar Taruhan
Rancang bangun yang dimiliki Fortuner generasi ketiga menampilkan arsitektur Elektronic and Electric (ENE). Tentu direvisi bersama dengan bermacam peningkatan. Pertama, medium SUV Toyota itu akan menanggalkan proses power steering hidrolik (model pas ini tetap pakai). “Dalam pas dekat, kita inginkan memperkenalkan EPS (electric power steering). Sehingga sebabkan mobil lebih gampang dikendarai. Jika kita mengenalkan perangkat EPS. Kami membutuhkan pergantian besar dalam platform elektronik,” ucap Yoshiki Konishi, seperti dinukil dari Autocar India.

EPS sangat berfaedah pas Anda memarkirkan kendaraan. Bahkan sangat mengurangi beban mengemudi di perkotaan. Setir jauh merasa gampang saat diputar. Bakal jadi perihal menarik, memandang bagaimana Toyota mengatasi kalibrasinya. Terutama dibandingkan bersama dengan unit hidraulik yang merasa segera dari jenis eksis. Konishi jua membeberkan penyisipan teknologi VSC (kontrol stabilitas kendaraan) yang diatur secara elektronik ke dalam Fortuner terbaru. Walau ada varian terpasang VSC, sang suksesor dikehendaki memberi tambahan tingkat kendali lebih baik dalam melibas bermacam medan.

Pada Fortuner baru, bagian lain yang ikut ditekankan ialah konektivitas. Mengomentari topik ini Konishi menjelaskan tengah dalam proses untuk menyempurnakan fitur sambungan, selangkah demi selangkah. Bahkan generasi terakhir diwacanakan punyai lebih dari satu item tambahan. Berhubungan bersama dengan digitalisasi and advanced driver assistance system (ADAS). Atau lebih tenar sebagai Toyota Safety Sense.

Misalnya untuk menaikkan kenyamanan dalam berselancar. Unit dilengkapi bersama dengan cruise control yang dipandu radar. Atau adaptive cruise control yang mampu merawat jarak dan melaksanakan pengereman otomoatis pas mendekati kendaraan di depan. Belum ulang ketambahan pre-collision safety system dan juga lane departure warning bagi market global.

Ladder Frame

Konstruksi penyokong tubuh Fortuner dipastikan tidak berubah. Toyota sepertinya tidak berkenan menerapkan cara yang dilakukan Land Rover. Contoh, pas membangun Defender, pabrikan berubah ke sasis monocoque underpinnings. Padahal jenis mobil macam itu difungsikan untuk mengarungi bermacam kondisi alam. Tapi tetap, sang chief engineer Toyota meyakinkan bahwa rangka bodi Fortuner senantiasa dipertahankan manfaatkan ladder frame. “Fortuner dibangun bersama dengan body-on-frame, yang merupakan salah satu konsep intinya. Kami tidak punyai konsep untuk mengubahnya. Konsumen yang manfaatkan SUV off-road, membutuhkan body-on-frame (konstruksi) pas ini,” ia beralasan.

Hybrid Diesel
Jantung pacu diesel Toyota Fortuner di Indonesia pas ini manfaatkan jenis 2GD-FTV yang mengantongi teknologi VNT (Variable Nozzle Turbocharger). Keunggulannya, tekanan udara dari propeller turbo mampu diatur sesuai putaran mesin. Hal ini termasuk meminimalisasi tanda-tanda turbo lag atau jeda, pas menanti tekanan turbo masuk ke area bakar. Dengan kapasitas 2,4 liter, mesin penenggak solar ini mampu membuahkan tenaga 149 PS pada 3.400 rpm. Lalu momen puntir ada 408 Nm di rentang putaran 1.600 rpm – 2.000 rpm.

Terpasang pula SCR (Selective Catalytic Reduction). Perangkat itu ditaruh di sekitar area exhaust. Kerjanya mereduksi kadar nitrogen oksida yang keluar dari mesin hingga 99 persen. Berbagai teknologi anyar yang dikembangkan Toyota pada mesin diesel terbaru, memiliki tujuan memaksimalkan performa dan efisiensi bahan bakar. Namun itu dinilai tetap kurang. “Kami harus mengenalkan enjin berefisiensi tinggi pada Fortuner lanjutan. Tentu penerapannya bergantung pada tiap-tiap lokasi (tiap negara),” imbuh dia.

Dengan demikian, pemacu kekuatan Fortuner mendatang dikehendaki mampu direkayasa ke dalam wujud elektrifikasi. “Saat ini, powertrain diesel (murni) bukan yang terbaik. Sulit untuk memenuhi regulasi emisi gas buang. Jadi, kita harus berubah dari diesel ke proses diesel-plus-hybrid. Atau termasuk mesin lain. Kami punyai dua jenis hybrid. Yang pertama proses hybrid kuat dan jenis ke-2 mild hybrid (ringan). Jadi, ini adalah salah satu solusi kami,” pungkas Chief Engineer Toyota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *