Berita Otomotif Terkini

btt979 – Mengulas info – info menarik seputar dunia Otomotif, Modifikasi, update Mobil terbaru, update motor terbaru, dan sebagainya

Honda, Yamaha, KTM dan Piaggio Bikin Konsorsium Baterai Listrik yang Dapat Ditukar

Honda, Yamaha, KTM dan Piaggio Bikin Konsorsium Baterai Listrik yang Dapat Ditukar

Honda, Yamaha, KTM dan Piaggio di tandatangani letter of intent. Mereka sepakat untuk membentuk konsorsium baterai listrik yang sanggup ditukar untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan. Tujuan lain dari kolaborasi ini memperluas jangkauan, mempersingkat kala pengisian, dan turunkan biaya kendaraan dan juga infrastruktur.
Pasang Bola

Proyek ini disebut ‘Swappable Batteries Consortium for Motorcycles plus light Electric Vehicles’. Anggotanya Yamaha Motor Co., Ltd., Honda Motor Co., Ltd., KTM AG dan Piaggio & C SpA Ltd. Dalam konteks Paris Climate Agreement dan transisi ke elektromobilitas, member konsorsium ini percaya bahwa ketersediaan sistem baterai yang sanggup ditukar sanggup mendorong penggunaan kendaraan listrik mudah secara luas. Dan berkontribusi terhadap manajemen siklus hidup yang lebih berkelanjutan.

Tujuan ini direalisasikan di dalam bentuk baterai yang digunakan di sektor transportasi. Selain itu, menentukan spesifikasi tehnis standar dari sistem baterai yang sanggup ditukar. Kendaraan listrik yang disepakati terbagi ke sebagian kategori, seperti moped, sepeda motor, sepeda roda tiga, dan quadricycles atau ATV.

Konsorsium ini juga nantinya bekerja mirip bersama dengan berbagai badan standardisasi untuk Eropa, tiap-tiap negara dan organisasi global. Para pendiri juga mesti terlibat di dalam pembuatan dan regulasi standar tehnis internasional. Kegiatan ini setidaknya menjadi berlangsung terhadap Mei 2021. Keempat perusahaan mendorong pabrikan lain yang berminat untuk join di dalam kerja sama, agar memperkaya keahlian konsorsium.

Executive Officer Takuya Kinoshita, Chief General Manager of Motorcycle Business Operations, Yamaha Motor Co., Ltd mengatakan, perusahaan kita percaya di dalam pembentukan konsorsium ini memiliki makna penting. “Tidak cuma untuk Eropa namun dunia. Saat ini kita bergerak menuju standar untuk baterai yang sanggup ditukar untuk kendaraan listrik ringan,” katanya.

“Saya percaya bahwa lewat pekerjaan seperti ini, spesifikasi dan standar tehnis yang kala ini berlainan menurut karakteristik regional atau keadaan industri di pasar yang berlainan bakal disatukan. Dan di era mendatang, sanggup menunjang di dalam memaksimalkan manfaat tenaga listrik. Untuk pelanggan di tingkat global,” tutupnya.

Baterai yang sanggup ditukar di seluruh brand dan model, berarti berikan kemudahan para pemakainya. Penggunaan dan kala pengisian yang jauh lebih cepat, menggantikan baterai kosong secara fisik bersama dengan yang penuh. Ini memang bukan konsep baru, namun pabrikan besar yang ikuti konsorsium pertanda kemauan mereka untuk maju.

Noriake Abe, Managing Officer of Motorcycle Operations for Honda mengatakan, upaya elektrifikasi di seluruh dunia untuk kurangi CO2 di dalam skala global makin lama cepat, khususnya di Eropa. “Untuk adopsi sepeda motor listrik secara luas, kasus seperti jarak perjalanan dan kala pengisian mesti diatasi, dan baterai yang sanggup ditukar adalah solusi yang menjanjikan,” katanya.

Menurutnya lagi, memperhitungkan kenyamanan pelanggan, standardisasi baterai yang sanggup ditukar dan adopsi sistem baterai yang luas begitu penting. Itulah sebabnya empat produsen anggota sepakat untuk membentuk konsorsium.

Honda memandang peningkatan teknologi untuk lingkungan ini sebagai tempat untuk menjajaki kerja mirip bersama dengan produsen lain. Sambil menghadirkan produk dan sarana yang lebih baik kepada pelanggan lewat persaingan. Walau begitu, pihaknya tetap bekerja keras di kedua sisi, jadi pabrikan ‘pilihan’ bikin mobilitas pelanggan.

Konsorsium Sebelumnya Empat Pabrikan Jepang
Skema mirip juga dulu berlangsung sebelumnya, tepatnya terhadap September 2020. Konsorsium ‘Empat Pabrikan Besar Jepang’ (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki) berkolaborasi bersama dengan lakukan uji cobalah swab baterai di Osaka. Meski tidak sepenuhnya terdaftar di konsorsium baru, Suzuki dan Kawasaki tetap sanggup diuntungkan bersama dengan teknologi yang tengah dikembangkan.

Sejauh ini, dari empat pabrikan besar asal Jepang, baru Honda yang memiliki unit Electric Vehicle (EV) bersama dengan memakai dua buah baterai. Dan dinamakan Mobile Power Pack. Alat untuk menyatukan dan memunculkan aliran listrik yang dipakai bertipe lithium ion dan membawa spesifikasi 50,4 volt 20,8 Ah. Bobotnya sendiri capai 10 kilogram per buah-nya. Casingnya didesain tahan banting, tahan panas dan tahan getaran sesuai bersama dengan standardisasi UN R136 atau standar kendaraan listrik di dunia.

Terdapat dua pilihan di dalam hal pengecasan. Pertama sanggup segera bersama dengan mencolokkan kabel yang terdapat di motor ke stop kontak listrik. Letak kabelnya berada di dek tengah atau yang biasa jadi lokasi tangki bensin di motor konvensional. Metode ini sanggup mengisi dari keadaan kosong sampai penuh bersama dengan memakan kala kurang lebih 6 jam.

Cara lainnya yaitu bersama dengan langkah dicopot dan diisi mengfungsikan charger eksternal. Untuk satu baterai-nya perlu kala 4 jam untuk diisi dari kosong sampai penuh. Tapi alat ini tidak disertakan di dalam pembelian dan sanggup dijalankan di pos-pos charging spesifik saja.

Kunjungi Juga : Otomotif Terbaru

Hingga kala ini baterai yang sanggup ditukar telah jadi standar di skuter listrik, namun lumayan langka untuk sepeda motor listrik. Kebanyakan tetap mengalami kendala terhadap style yang besar dan memakan tempat. Sebagian besar kapasitasnya tidak lebih besar dari 2 kWh, agar perlu sebagian baterai untuk capai kapasitas yang lebih besar. Skuter listrik NIU misalnya, mengfungsikan sepasang baterai 2,1 kWh, yang tiap-tiap memiliki berat kurang lebih 11 kg. Contoh lainnya tersedia Zero SR / F yang memiliki energi 14,4 kWh, dan setidaknya perlu kurang lebih tujuh baterai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *